Monday, August 20, 2007

Virginitas Dalam Pacaran, Penting Gak Sih?

Budaya ’Barat’ yang cenderung untuk melakukan free sex, saat ini mulai berdampak di Indonesia. Mulai dari usia belasan sampai dengan yang dewasa, sepertinya sudah biasa dengan ungkapan ”Gadis sudah tak Virgin lagi”. Untuk budaya ketimuran, sebenarnya Virginitas masih dijunjung tinggi. Karena itu, kamu sebenarnya berhak saja untuk mempertahankannya tanpa merasa terganggu.

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi seorang wanita sehingga dia rela melepaskan keperawanannya, a.l :
  1. Ancaman dari pacar yang akan memutuskan hubungan, jika si cewek tidak mau diajak tidur dengannya. Seandainya itu menimpa dirimu, maka biarkanlah ancamannya atau tinggalkan dirinya. Kalau dia memang benar- benar mencintai kamu, seharusnya dia justru akan menghargai keputusanmu. Lagipula, apa sih enaknya melakukan hubungan seksual dengan orang yang sukanya mengintimidasi dan memaksakan kehendaknya sendiri?
  2. Ada teman wanita yang mengejek kamu sebagai gadis kuno dan tak punya Sex Appeal terhadap lawan jenis, hanya karena kamu masih virgin. Jika kamu menemui hal ini, hadapilah dengan senyuman. Karena bisa jadi sebenarnya justru merekalah yang tidak nyaman karena sudah terlanjur melepaskan keperawanannya.
  3. Tidak tahan menerima ejekan atau dituduh Frigid atau Lesbian karena tidak mau berhubungan seks. Sebenarnya itu adalah tuduhan yang mengada – ada karena cuma kamu yang tahu siapa diri kamu sendiri dan bagaimana diri kamu akan berjalan.

Banyak alasan tepat yang bisa kamu gunakan untuk mempertahankan virginitas kamu. Alasan2 tersebut antara lain :

  1. Dengan mempertahankannya, kamu tidak perlu melanggar agama dan moral. Kamu pun tidak perlu mengecewakan dan membuat malu orang tua dan keluarga besar kamu.
  2. Kamu tak perlu takut hamil karena ”kecelakaan” sehingga terpaksa melahirkan anak yang tidak (belum) kamu inginkan atau terpaksa menggugurkan kandungan.
  3. Kamu akan terbebas dari segala macam resiko penyakit menular seksual (kecuali bagi kamu pecandu drug yang menggunakan jarum suntik).
  4. Seks sama sekali bukan urusan kecil. Tapi sebaliknya, sex is a big big deal. Seks bukan hanya melibatkan nafsu saja dan yang kadang kurang disadari bahwa sebenarnya seks juga harus melibatkan cinta, komitmen, serta tanggung jawab antara 2 manusia. Kamu akan jauh lebih berharga sebagai manusia, bila bisa melakukan seks sebagai kegiatan fisik sekaligus mental yang utuh dan tentunya ini bisa terjadi setelah kamu menikah nanti.
  5. Kamu sangat berhak untuk menikmati pengalaman seksual kamu dengan senyaman dan seindah – indahnya. Dan itu hanya bisa kamu dapatkan bila kamu melakukannya di tempat yang nyaman pula. Dimana itu? Adalah, sekali lagi saat kamu sudah menikah. Karena kecemasan melakukan aktifitas seksual di luar pernikahan, seringkali terjadi karena rasa ketakutan akan ketahuan.
  6. Cinta bisa menunggu. Inilah yang musti kamu tanamkan di dalam benak kamu saat kamu mulai diintimidasi oleh masalah virginitas. Karena itu tanamkan komitmen, ”Karena aku percaya bahwa cinta sejati bisa menunggu, maka aku akan membuat komitmen pada Tuhan, diriku sendiri, keluargaku, calon pasangan hidupku, dan calon anak – anakku : bahwa aku akan menunda hubungan seksual sejak hari ini sampai saat aku menikah nanti”.

Nah, menurut saya virginitas dimasa pacaran masih sangat penting. Alasan2 diatas sepertinya udah sangat tepat dan mantap. Akan tetapi kalo kamu masih saja tetap memutuskan menyerahkan Virginitas kamu kepada seorang pria yang kamu anggap tepat sebelum kalian meresmikan hubungan, tentunya kamu musti mempunyai alasan yang sangat kuat, bermutu serta dapat di pertanggung jawabkan. (dr. iwan)

7 comments:

Nining Sutrisnaningsih said...

yah.. tak tunggu 2009....

Unknown said...

Halo Dok,Saya Pria usia 24 thn, saya sudah pacaran 3thn dan baru melakukan ML akhir2 ini saja. Yang ingin saya tanyakan Apakah Cairan Lendir yg keluar(kadang menempel di ujung penis)sebelum sperma bisa menyebabkan Hamil jika bertemu dengan Sel Telur???Thanks Dok,saya tunggu jawabannya.

putri said...

dok,saya pengen tanya.
1. Kalau mani pria yang di ikuti spermanya menempel di luar vagina wanita (tanpa ML), apakah bisa hamil dok??
2. Adakah cara lain yang bisa membuat seorang wanita hamil tanpa ML?? misalnya alat kelamin wanita dan pria bersentuhan tanpa ML tetapi mani pria keluar setetes atau pun lebih??
sebelumnya terima kasih...
saya tunggu balasannya ya dok..

aster said...

Dok,sewaktu saya SMA saya pernah ikut karate. Saat saya pulang latihan di celana dalam saya ada bercak seperti darah haid. Apa itu darah virginitas ya Dok? Katanya selaput dara bisa sobek bukan hanya berhubungan seksual ya Dok? Bagaimana nanti kalau saya menikah lalu suami saya menanyakan keperawanan saya? Padahal saya berkomitmen tidak akan melakukan hubungan seks sebelum menikah.Thanks Dok saya tunggu jawabannya...

Anonymous said...

virginitas mank penting,tapi knp hal itu sering dihiraukan oleh pasangan yg sedang termabuk asmara,,,,,,,,,
jujur,aku udah 6 kali mengambil kVirginan cewe'
namun sekarang ku bener2 nyesel udah nglaku'in hal itu nde mereka,,,,,
yang ku inginkan,gmn cara'e ngomong dengan JELAS pada setiap cewe yang lagi di mabuk asmara supaya mereka ga' nyerah'n virgin mreka scara CUMA-CUMA

juli said...

dok, saya mau tanya virginitas seseorang bisa rusak selain karena hubungan intim?????

jalan kehidupan said...

hai dok . saya remaja usia 18 tahun
saat ini saya baru sadar bahwa banyak teman teman saya yang sudah melepas virginitasnya , entah karena hal tersebut atau memang pergaulan saya sekarang sudah terlalu berani . saya yang tadinya polos sudah berani petting & necking dalam berpacaran dan yang saya rasakan setelah saya melakukan hal tersebut ada yang menganjal jika saya tidak petting walaupun saya melakukan itu sangat jarang . yang ingin saya tanyakan apa bisa menghilangkan rasa ketagihan yang saya rasakan . saya tunggu jawabanya dok . thanks